Inilah Alasan Orang Tua Tidak Boleh Memukul Anak

Inilah Alasan Orang Tua Tidak Boleh Memukul Anak

Kekerasan terhadap anak yang dilakukan orang dewasa adalah sebuah perbuatan melanggar hukum. Di 113 negara, sekolah juga dilarang memberikan hukuman dengan memukul.

Meskipun saat ini sudah jarang terjadi, tetap masih ada saja orangtua yang memukul jika anaknya membuat kesal. Padahal tindakan itu sebaiknya dihindari karena bisa berefek buruk pada anak.

semua orang berhak mendapat perlindungan atas kebebasan fisik mereka juga termasuk anak-anak, cukup banyak psikolog dan sosiolog yang merekomendasikan agar orangtua tidak memukul saat anak melakukan hal yang tidak baik atau mengesalkan.

 

penitipan-anak-di-bekasi

 

 

Berikut ini alasan kenapa Anda sebaiknya tidak memukul anak:

1. Memukul anak malah mengajarkan mereka untuk menjadi orang yang suka memukul. Cukup banyak penelitian yang menunjukkan bahwa anak yang sering dipukul memiliki perilaku agresif dan menyimpang saat mereka remaja dan dewasa.

Anak-anak secara alami belajar bagaimana harus bersikap melalui pengamatan dan meniru orangtua mereka. Makanya jika Anda suka memukul, saat dewasa nanti, mereka pun akan menganggap apa yang Anda lakukan itu memang boleh dilakoni.

2. Anak-anak berperilaku tidak baik biasanya karena orangtuanya atau orang yang mengasuhnya melupakan kebutuhannya diantaranya, tidur yang cukup, makanan bernutrisi, udara segar dan kebebasan mengeksperikan diri untuk bereksplorasi.

3. Hukuman malah membuat anak tidak belajar bagaimana seharusnya menyelesaikan konflik dengan cara yang efektif dan lebih manusiawi. Anak yang dihukum jadi memendam perasaan marah dan dendam. Anak yang dipukul orangtuanya pun jadi tidak bisa belajar bagaimana menghadapi situasi yang serupa di masa depan.

4. Hukuman untuk anak dengan kekerasan bisa mengganggu ikatan antara orangtua dan anak. Ikatan yang kuat seharusnya didasari atas cinta dan saling menghargai. Jika Anda memukul anak, dan si anak kemudian menuruti perkataan Anda, apa yang dilakukannya itu hanya karena dia takut. Sikap itu pun tidak akan bertahan lama karena pada akhirnya anak akan memberontak lagi.

5. Anak yang mudah marah dan frustasi tidaklah terbentuk dari dalam dirinya. Kemarahan tersebut sudah terakumulasi sejak lama, sejak orangtuanya mulai memberinya hukuman dengan kekerasan. Hukuman itu memang pada awalnya sukses membuat anak bersikap baik. Namun, saat si anak beranjak remaja dan menjadi dewasa, hukuman itu malah menjadi buah simalakama.

6. Anak yang dipukul di bagian sensitifnya, bisa membuat anak mengasosiasikan hal itu antara rasa sakit dan kenikmatan seksual. Pemikiran tersebut akan berdampak buruk, terutama jika anak tidak mendapat banyak perhatian dari orangtuanya, kecuali hanya saat dihukum. Anak yang mengalami hal tersebut akan tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri. Mereka percaya, mereka tidak layak mendapatkan hal yang lebih baik.

7. Hukuman fisik bisa membuat anak menangkap pesan yang salah yaitu ‘tindakan itu dibenarkan’. Mereka merasa memukul orang lain yang lebih kecil dari mereka dan kurang memiliki kekuatan, memang boleh. Saat dewasa, anak ini akan tumbuh menjadi orang yang kurang memiliki kasih sayang pada orang lain dan takut pada orang yang lebih kuat dari mereka.

8. Berkaca dari orangtuanya yang suka memukul, anak belajar kalau memukul merupakan cara yang bisa dilakukan untuk mengeksperikan perasaan dan menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, sungguh memukul anak bukanlah cara yang tepat untuk mendidik mereka atau membuat mereka jadi orang yang lebih baik.

 

Baca juga :

Kerak pada Kulit Kepala Bayi

Lokasi Green Kids Bekasi

Pijat untuk Bayi Anda

 

 

Green Kids Bekasi | Kerak pada Kulit Kepala Bayi

Green Kids Bekasi | Kerak pada Kulit Kepala Bayi

Dalam usia pertama kehidupan seorang bayi, pernah mengalami kulit kepala yang berkerak. Sebetulnya hal ini tidaklah mengkhawatirkan, karena kerak kulit kepala ini disebabkan oleh produksi sebum yang berlebihan (minyak yang dikeluarkan oleh kelenjar minyak di kulit kepala, yang berfungsi untuk menjaga agar kulit sehat).

Tanda-Tandanya

Warna bisa kuning sampai kecoklatan, akan terlihat seperti sisik yang menebal di kulit kepala, atau seperti tumpukan jaringan kulit mati, dan adakalanya seluruh kulit kepala tertutup kerak seperti itu, namun umumnya hanya muncul pada sebagian kepala saja.

Perawatannya

Untuk dapat menghilangkan kerak kulit kepala, pada bagian yang berkerak perlu dilukankan terlebih dahulu, dengan cara setelah mencuci kepala, oleskan dengan vaselin dengan lembut, dan biarkan semalaman untuk membuat kulit kepala melunak. Keesokan harinya , sampoin rambutnya, dan bilas dengan bersih, kemudian sisir rambutnya dengan lembut, sambil secara perlahan-lahan mengangkat keraknya. Ulangi hal ini sampai beberapa hari dan kerak kulit kepala menjadi hilang.

Kerak Kepala Pada Bayi

 

 

Kapan Perlu ke Dokter

– Apabila kerak sangat membandel dan menyebabkan iritasi.

– Apabila timbul kemerahan dan tampak ada infeksi

– Kerak melebar, tidak hanya pada kepala, tetapi juga pada pipi, lipatan lengan atas dan bawah, dan di daerah popok.

Apabila ada salah satu hal tersebut di atas, sebaiknya anak segera dibawa ke dokter.

 

Baca juga tentang :

TPA Green Kids Bekasi

Kurikulum Standard

Pijat untuk Bayi Anda

 

 

Taman Pendidikan Anak Green Kids Bekasi

Taman Pendidikan Anak Green Kids Bekasi

Adanya permintaan jasa terhadap perawatan anak yang meningkat karena ibu dan ayah yang bekerja di luar rumah, maka sangat dibutuhkan  jasa pengasuhan anak ( atau yang lebih populer dengan nama Taman Penitipan Anak ) pada saat ini, terutama sekali di kota-kota besar, khususnya untuk mereka yang berdomisili di daerah Bintara, Bekasi dimana banyak juga para wanita yang umumnya juga bekerja.

 

Green Kids BekasiBerdasarkan analisa di atas dan dibutuhkannya suatu jasa Taman Penitipan Anak, maka menjadi  dasar berdirinya Taman Penitipan Anak Green Kids Bekasi yang terletak di Grand Prima Bekasi. TPA Green Kids Bekasi dengan konsep dasar pendidikan berstruktur meliputi bermain sambil belajar sesuai usia, membaca, menulis, berhitung, art ‘n’ craft, science project dan pendidikan agama, serta membekali buah hati dengan kasih sayang dan kemandirian. Disamping juga menyiapkan “ruang” di dalam diri pribadi masing-masing anak untuk bisa belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya, untuk selanjutnya bisa menjadi dasar awal menuju ke gerbang pendidikan sesungguhnya, menstimulasi motorik halus mereka, bermain dengan permainan yang bisa untuk mengembangkan daya imajinasi mereka dan kegiatan lain yang dirancang tanpa meninggalkan dunia awal mereka sebagai seorang anak-anak yang adalah bermain.

 

Anak-anak yang dititip pada penitipan ini bukan hanya sekedar dijaga dan diasuh saja namun juga akan diisi dengan kegiatan-kegiatan berhitung dan mengenal abjad. Sebab penitipan anak tentu mempunyai peranan penting dalam penentuan karakter anak sehingga mereka harus mengetahui karakter dari masing-masing anak. Khusus bagi anak-anak yang hampir memasuki usia sekolah, akan diberikan pengenalan-pengenalan angka maupun huruf agar saat memasuki usia sekolah tidak terlalu kaku atau merasa asing dengan lingkungan dimana anak tersebut bersekolah. Selain itu Taman Penitipan Anak Green Kids Bekasi ini juga akan memberikan control pada masalah kesehatan anak-anak yang dititipkan secara teratur dan berkelanjutan. Selain itu apabila ada anak yang mengalami gangguan kesehatan menurutnya hal ini langsung segera dikonfirmasikan kepada pihak orang tua yang bersangkutan untuk segera melakukan tindakan.

 

Baca juga tentang :

Kerak Kepala pada Bayi

Kurikulum Standard Green Kids Bekasi

 

 

Green Kids Bekasi | Kurikulum Standar

Green Kids Bekasi | Kurikulum Standar

Kurikulum standar yang digunakan oleh Taman Penitipan Anak (TPA) Bekasi mengikuti standar yang biasa dipakai pada TPA secara umum, yaitu :

 

BAHASA :

  • Bahasa Represif : pengenalan kosa kata secara konsisten, mengajak anak menyebutkan kosakata.
  • Bahasa Ekpresif : pola penghapalan anak, cara mengungkapkan keinginan secara verbal, bercerita kepada anak

 

green kids bekasi belajar

 

PSHIKOMOTOR :

  • Motorik Kasar : gerakan fisik seperti roll ke depan, melompat/lompat tali dll
  • Motorik Halus : mencocokkan warna, menulis abjad dan nama sendiri

 

Green Kids Bekasi Motorik

 SENSORY :

  • Pengenalan warna-warna dasar dan pencampuran warna, mencocokkan pola, pengenalan suara dari alat permainan (mobil-mobilan, kerena, motor) maupun suara binatang, dan pengenalan rasa

 

Green Kids Bekasi sensori

 

 

SOSIAL EMOSI :

  • Melatih cara berbagi, menstimulasi keberanian dan berinisiatif meliputi : mengucapkan salam dan mengikuti peraturan.
  • Melatih emosi untuk mengatakan tidak atau perasaan tidak suka dengan baik.
  • Mengenalkan rasa simpati dan empati terhadap teman

 

BELAJAR KOGNITIF:

  • Pengenalan huruf vocal a, i, u, e, o. Diajak mengenal cerita dari buku cerita
  • Tracing angka dan huruf dan mengucapkan
  • Menyusun bentuk-bentuk geometric, dan melengkapi gambar, menyusun puzzle
  • Mengenal konsep waktu (misalnya: sekarang, kemarin, malam, dan siang)
  • Mengenal konsep arah (misalnya : kanan, kiri, depan, belakang; timur barat, utara dan selatan)

 

SELF CARE :

  • Membiasakan anak untuk makan bersama dan duduk di kursi
  • Melatih memakai baju dan celana sendiri
  • Melatih membuka dan memakai kaos kaki sendiri
  • Melatih Gosok gigi sendiri
  • Menyimpan kembali mainan yang telah dimainkan

 

Green Kids Bekasi makan bersama

 

 

Maka ijinkalah GREEN KIDS ikut mewarnai dunia permata hati anda, karena :

GREEN KIDS adalah safe place just like HOME

 

Baca juga artikel berikut :

TPA Green Kids

Kerak Kepala pada Bayi

 

CLOSE
CLOSE