Lokasi

Talk Show Bersama Ibu Wury Hapsari

Posted by on Jun 8, 2016 in Bekasi, Blog, Lokasi, Talk show | 0 comments

Talk Show Bersama Ibu Wury Hapsari

Pola asuh yang baik akan menghasilkan anak dengan dasar kepribadian yang kuat, tidak mudah putus asa serta tangguh dalam menghadapi tekanan kehidupan. Sebaliknya pola asuh yang tidak baik menyebabkan anak rentan terhadap tekanan atau stres dan mudah terjerumus pada hal-hal yang bersifat negatif. Ibu Wurry yang salah satu hobbynya adalah menulis, telah membuahkan satu buku tetang daycare, dengan maksud membentuk pola asuh yang lebih baik pada anak-anak, khususnya dibawah 6 tahun. Salah satu bukunya adalah  tentang seluk beluk daycare sekaligus pengelolaan bisnisnya.     Bagi Anda yang ingin tahu lebih jauh seluk beluk daycare rumahan, dari memulai bisnisnya, menjalankan, mengelola sampai pada yang paling penting adalah membantu orang-orang yang berhubungan dengan pengasuhan anak, agar perkembangan anak menjadi anak yg sehat, cerdas, produktif, kreatif, mandiri, teguh, bertakwa dan berkepribadian yang matang, ikutilh talk shownya yang akan diadakan pada hari Jumat, 10 Juni 2016 bertempat di Gramedia Metropolitan Bekasi. Acara akan dimulai dari pukul 14:00 sampai dengan 16:00.     Daftarkan diri Anda segera di  0852 8472 2237 (FREE). Tempat terbatas.   Lihat juga : Profil Singkat Pendiri GREEN KIDS DAYCARE Lokasi GreenKids Bekasi Visi dan Misi GreenKids Bekasi    ...

Read More

Cara Menyimpan ASI yang Baik – 2

Posted by on Apr 15, 2015 in Artikel, Bekasi, Blog, Kesehatan, Lokasi | 0 comments

Cara Menyimpan ASI yang Baik – 2

Tempat untuk menyimpan ASI ASI yang disimpan di kulkas atau ASI beku dapat ditempatkan pada: Plastik dengan permukaan keras (seperti botol bayi) atau wadah yang terbuat dari gelas dengan tutup yang rapat. Kantong ASI yang didesain khusus untuk penyimpanan dalam freezer. Catatan: botol susu sekali pakai tidak direkomendasikan untuk dipakai. Bagiamana cara menghangatkan ASI? Rendam atau aliri botol dengan air panas. ASI jangan dipanaskan sampai mendidih Perlahan kocok-kocok ASI sebelum mengukur suhunya. Mengocok secara perlahan juga akan membantu mencampur bagian yang mengental dengan yang cair. Dilarang menggunakan microwave dalam menghangatkan ASI. ASI beku yang telah dicairkan Jika ASI beku telah dicairkan, masih bisa disimpan dalam kulkas biasa sampai 24 jam ke depan. Tetapi ASI tidak boleh dibekukan lagi. Tidak diketahui dengan pasti apakah ASI yang tersisa di botol aman dan masih baik kondisinya untuk diminumkan lagi kepada bayi pada saat minum berikutnya. Untuk mencegah hal ini, sebaiknya ASI disimpan dalam botol yang tidak terlalu besar, jadi mengurangi sisa ASI yang tidak terminum. Menurut buku THE BREASTFEEDING ANSWER BOOK, halaman 228, beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat kandungan zat dalam ASI yang tak dikenal untuk melindungi ASI dari bakteri dan kontaminasi. Sebuah studi, Barger & Bull 1987, mnemukan secara statistik bahwa tidak ada perbedaan kadar bakteri dalam ASI yang telah disimpan 10 jam dalam suhu ruangan dengan ASI yang telah disimpan selama 10 jam. Bahkan sebuah penelitian lain, Pardou 1994, menemukan bahwa setelah 8 hari disimpan di kulkas ada kecenderungan ASI memiliki kadar bakteri yang lebih rendah dibanding saat setelah diperah atau dipompa. Sumber: diterjemahkan dari situs La Leche League ( http://www.lalecheleague.org )   Baca juga : Air Putih tidak Baik untuk Bayi Cara Menyimpan ASI yang Baik...

Read More

Cara Menyimpan ASI yang Baik

Posted by on Apr 15, 2015 in Artikel, Bekasi, Blog, Kesehatan, Lokasi | 0 comments

Cara Menyimpan ASI yang Baik

Panduan Menyimpan ASI ASI yang dipompa haruslah disimpan secara benar untuk memaksimalkan kandungan nutrisi dan kualitas yang terkandung di dalamnya. ASI sebenarnya memiliki kandungan anti-bakteri untuk mempertahankan kesegarannya. ASI yang baru dipompa pasti akan lebih segar dan memiliki kualitas yang baik. Informasi dibawah ini dihasilkan dari riset terkini dan berlaku bagi para ibu yang: Memiliki anak yang sehat dan lahir tidak premature (full-term babies) Menyimpan ASI untuk keperluan di dalam rumah (bukan untuk keperluan di RS) Mencuci tangannya sebelum memerah atau memompa Menggunakan wadah atau tempat penyimpanan ASI yang telah dibersihkan dengan air panas, sabun dan telah disiram dengan air bersih. Semua ASI yang disimpan harus diberi tanggal sesuai hari di saat ASI itu diperah atau dipompa. Menyimpan sekitar 60 – 120 ml per botol sangat disarankan untuk mengurangi sisa ASI. ASI yang disimpan di kulkas lebih besar kandungan anti-infeksinya disbanding ASI yang beku dari freezer. Masukkan ASI kedalam kulkas biasa dulu untuk merendahkan suhunya baru pindahkan ke dalam freezer.       ASI bisa disimpan : Dalam suhu ruangan (19-22°C) sampai 10 jam lamanya Di dalam kulkas (0-4°C) sampai 8 hari (usahakan di bagian paling belakang dari kulkas) sampai 8 hari lamanya Di dalam freezer (dengan suhu bervariasi tergantung berapa sering pintu freezer dibuka dan ditutup) sampai 2 minggu Di dalam freezer dengan bagian khusus yang memiliki tutup terpisah dari pintu freezer (dengan suhu bervariasi tergantung berapa sering pintu freezer dibuka dan ditutup) sampai 3-4 bulan. Di dalam freezer yang sangat dingin (-17 sampai -8°C) sampai 6 bulan lamanya   Tempat untuk menyimpan ASI   Baca juga : Air Putih tidak Baik untuk Bayi Mengakali Anak yang Susah Makan    ...

Read More

Air Putih Tidak Baik Untuk Bayi

Posted by on Apr 15, 2015 in Artikel, Bekasi, Blog, Kesehatan, Lokasi | 0 comments

Air Putih Tidak Baik Untuk Bayi

Kendati merupakan minuman wajib bagi orang dewasa, air putih ternyata bisa berbahaya bagi bayi. Jika Anda memiliki bayi di bawah usia enam bulan berhati-hatilah. Pasalnya, air minum dapat menyebabkan intoksikasi atau keracunan. “Biarpun usianya masih sangat belia, bayi telah mempunyai refleks haus secara utuh atau keinginan untuk minum,” kata Dr Jennifer Anders dari Pusat Anak-anak John Hopkins, Baltimore. Yang benar adalah memberikan ASI atau susu formula ketika mereka haus.       Menurut Anders, ginjal bayi di bawah enam bulan belum siap. Sehingga jika terlalu banyak menerima air, secara otomatis akan melepaskan sodium bersama kelebihan air itu. Sementara kehilangan sodium dapat mempengaruhi aktifitas otak. Hal ini juga merupakan gejala keracunan air, yaitu lekas marah, kantuk, dan masalah kejiwaan lainya. Adapun gejala lainnya adalah suhu tubuh rendah, muka bengkak atau membesar, dan kejang-kejang. Seringkali beberapa gejala awal itu tak kentara, maka kejang-kejang bisa jadi petunjuk pertama untuk para orang tua. Segera larikan anak ke rumah sakit atau puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis sehingga dampak kejang-kejang tidak akan permanen. Anders juga menganjurkan, selain air putih, ada baiknya jika para orangtua menghindari pemakaian susu formula yang terlalu cair atau minuman kesehatan anak-anak yang mengandung elektrolit. Namun demikian, dalam beberapa kasus pemeberian sedikit air juga diperlukan kepada bayi yang lebih tua. Misalnya untuk sembelit atau cuaca panas. Tetap saja, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter anak. Sebab, lanjut Anders, ada takaran untuk memberikan air putih, mungkin hanya sekitar satu sendok makan saja.   Baca juga :   Memilih Obat Batuk untuk Anak Kalimat yang Tidak Boleh untuk Anak Cara Menyimpan ASI yang Baik    ...

Read More

Mengapa Anak Berperilaku Buruk ?

Posted by on Jun 14, 2014 in Artikel, Bekasi, Blog, Kranji, Lokasi, Pendidikan, Pondok Kopi | 0 comments

Mengapa Anak Berperilaku Buruk ?

Dear Mom, mungkin artikel berikut bisa membantu :   Mengapa Anak Berperilaku Buruk? Perilaku agresif terkadang lazim ditemui pada anak-anak usia dibawah lima tahun (balita). Namun jika perilaku tersebut masih bertahan sampai ia bersekolah TK atau SD, hhhm bisa jadi ada yang salah dengan pola asuh ibunya. Para peneliti dari Universitas of Minnesota, Amerika Serikat, menyebutkan pada umumnya pembawaan bayi adalah tenang. Tetapi pada satu masa di awal usia balita, anak bisa punya kebiasaan suka memukul. Sifat agresif itu mencapai puncaknya saat balita berusia 2,5 tahun, kemudian mereda. Menurut teori, balita berusia 4 tahun lebih bisa dikendalikan dibanding balita usia 2 tahun, dan anak berusia 6 tahun berperilaku lebih baik dibanding rata-rata anak usia 4 tahun. Namun pada kenyataannya ada anak-anak yang berperilaku sulit diatur. Menurut Michael Lorber, peneliti yang melakukan riset ini, ada sebagian anak yang tetap berperilaku agresif sampai ia berusia 6 tahun. “Anak yang masih bersikap agresif di usia TK atau kelas I sekolah dasar berpotensi besar membawa sikap itu sampai besar,” kata Lorber. Padahal, literatur menyatakan anak yang agresif, seperti suka memukul atau melempar benda saat tantrum, cenderung bermasalah di sekolah, beresiko tinggi depresi, bahkan suka melakukan kekerasan pada pasangannya kelak. Dalam penelitian yang dilakukan Lorber terhadap 267 ibu dan anak, diketahui bayi usia 3 bulan pun sudah bisa meniru. Jika sejak bayi si ibu bersikap kurang sabar atau suka mengomel, besar kemungkinan bayinya akan tumbuh menjadi anak berperilaku buruk. Sikap agresif anak juga bisa timbul dari pengaruh sekelilingnya, seperti tayangan televisi atau video games. Namun, Lorber menjelaskan bahwa pola asuh bukan faktor tunggal dalam pembentukan perilaku anak karena ada juga pengaruh faktor genetik. Walau begitu, ia menyarankan agar orangtua memberi contoh perilaku yang baik pada anaknya. “Mulailah sedini mungkin. Menjadi orangtua yang sensitif dan merespon kebutuhan sosial dan emosional anak sangatlah penting,” katanya. TRIBUNNEWS.COM   Baca juga : Memilih Obat Batuk untuk Anak Kalimat yang Tidak Boleh buat Anak    ...

Read More

Memilih Obat Batuk untuk Anak

Posted by on Jun 14, 2014 in Artikel, Bekasi, Blog, Kesehatan, Kranji, Lokasi, Pekayon, Pondok Kopi, Uncategorized | 0 comments

Memilih Obat Batuk untuk Anak

Musim pancaroba dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit seperti batuk dan pilek. Nah, jika anak-anak terjangkit penyakit ini, orang tua harus bisa mengenali gejala penyakit batuk dan memilih obat batuk yang tepat. Tubuh sebenarnya sudah berusaha untuk beradaptasi dengan perubahan udara dan temperature di sekitar. Namun, faktor lingkungan seperti cuaca dan angin tetap dapat mempercepat penyebaran penyakt menular yang dipicu virus dan bakteri. Maka musim pancaroba yang disertai perubahan udara dan temperatur seperti saat ini harus diwaspadai karena menimbulkan berbagai penyakit. Beberapa faktor pemanasan global (global warming) di mana suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi meningkat juga turut berpengaruh terhadap penyebaran penyakit. Faktor ini, menurut situs CBSNews memungkinkan bakteri penyebab penyakit, virus dan jamur berpindah ke daerah baru yang dapat membahayakan spesies yang beragam, termasuk manusia.   Jenis-Jenis Batuk Salah satu penyakit yang akrab di musim pancaroba adalah batuk dan pilek. Batuk sebetulnya tidak selalu harus dimusuhi karena merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh. Udara yang keluar akibat batuk, misalnya, justru akan membuat segala sesuaut yang menghambat di saluran napas terbuang keluar. Terutama benda asing, cairan, atau lendir, sehingga saluran napas jadi bersih. Oleh karena itu, batuk terkadang justru diperlukan untuk membuang semua yang menyumbat saluran napas. Batuk baru digolongkan berbahaya jika benda yang menghambat saluran napas tidak bisa dikeluarkan lewat mekanisme batuk. Namun ketika anggota keluarga terkena batuk, anda tak boleh lengah. Sebaliknya, anda harus memperhatikan penyebab batuk dan dalam keadaan bagaimana batuk terjadi. Pasalnya, selain batuk biasa yang masih dalam batas toleransi, ada juga batuk yang merupakan gejala penyakit. Kalau batuknya sangat sering, misalnya terjadi siang malam, bisa jadi ini merupakan gejala penyakit batuk yang harus diobati. Selain itu, terdapat batuk yang disebabkan oleh adanya kelainan pada tubuh. Misalnya, batuk akibat adanya rangsangan seperti alergi karena debu atau udara kotor, atau karena bau-bauan yang menyengat. Batuk bisa juga terjadi akibat kelainan atau penyakit yang terjadi di saluran pernapasan. Contohnya TBC, penyempitan saluran napas, atau penyakit paru yang lain. Pada bayi, batuk bisa merupakan gejala alergi, baik alergi susu maupun debu. Bayi juga bisa menghalami batuk karena virus dan adanya aliran balik isi lambung kea rah jalan napas (gastoesophageal reflux). Batuk semacam ini biasanya terjadi pada anak yang mempunyai masalah pencernaan.   Pilih Obat Yang Tepat Jenis batuk yang beragam mengakibatkan penanganan batuk harus disesuaikan dengn penyebabnya. Apakah alergi, infeksi virus, atau kelainan fisiologis lain? Untuk pertolongan pertama, pemberian obat bebas boleh-boleh saja. Namun, jika anak sudah batuk berdahak, meski hanya sekali, sebaiknya Anda segera membawa buah hati ke dokter untuk membedakan apakah hanya flu biasa atau ada faktor alergi. Yang tak kalah penting adalah mengenali jenis batuk, apakah batuk kering atau batuk berdahak. Dengan mengetahui jenis batuk, kita bisa memberli obat batuk secara tepat dan ber konsultasi dengan apoteker. Perhatikan juga komposisi obat batuk atau apakah obat batuk itu mengandung komponen lain yang bisa mengatasi penyakit selain batuk. Pasalnya, saat ini obat batuk kerap dikpombinasikan dengan obat lain, seperti antihistamin dan analgesic.   Jenis obat batuk yang beredar di pasaran saat ini adalah : – antitusif (menekan batuk) – ekspektoran (mengeluarkan dahak) – mukolitik (mengencerkan dahak).   Beberapa zat yang biasanya terdapat dalam obat batuk diantaranya antitusif untuk menekan batuk dan dekongestan (melegakan jalan napas), pengencer lendir, atau kombinasi. Dekongestan umumnya membantu melebarkan saluran napas atas dengan jalan mengurangi oedema (pembengkakan saluran napas di hidung).  Nah, sebaiknya anda berhati-hati ketika memakai obat batuk yang mengandung pengencer lender. Khususnya untuk anak kecil yang otot-otot pernapasannya masih lemah. Selain tidak baik jika dipakai terlalu lama, lendir yang mengencer malah akan memenuhi saluran napas sehingga anak mengalami sesak napas.  Oleh karena itu, sebelum membeli obat batuk di toko obat atau opotek,...

Read More
CLOSE
CLOSE