Pekayon

Memilih Obat Batuk untuk Anak

Posted by on Jun 14, 2014 in Artikel, Bekasi, Blog, Kesehatan, Kranji, Lokasi, Pekayon, Pondok Kopi, Uncategorized | 0 comments

Memilih Obat Batuk untuk Anak

Musim pancaroba dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit seperti batuk dan pilek. Nah, jika anak-anak terjangkit penyakit ini, orang tua harus bisa mengenali gejala penyakit batuk dan memilih obat batuk yang tepat. Tubuh sebenarnya sudah berusaha untuk beradaptasi dengan perubahan udara dan temperature di sekitar. Namun, faktor lingkungan seperti cuaca dan angin tetap dapat mempercepat penyebaran penyakt menular yang dipicu virus dan bakteri. Maka musim pancaroba yang disertai perubahan udara dan temperatur seperti saat ini harus diwaspadai karena menimbulkan berbagai penyakit. Beberapa faktor pemanasan global (global warming) di mana suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi meningkat juga turut berpengaruh terhadap penyebaran penyakit. Faktor ini, menurut situs CBSNews memungkinkan bakteri penyebab penyakit, virus dan jamur berpindah ke daerah baru yang dapat membahayakan spesies yang beragam, termasuk manusia.   Jenis-Jenis Batuk Salah satu penyakit yang akrab di musim pancaroba adalah batuk dan pilek. Batuk sebetulnya tidak selalu harus dimusuhi karena merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh. Udara yang keluar akibat batuk, misalnya, justru akan membuat segala sesuaut yang menghambat di saluran napas terbuang keluar. Terutama benda asing, cairan, atau lendir, sehingga saluran napas jadi bersih. Oleh karena itu, batuk terkadang justru diperlukan untuk membuang semua yang menyumbat saluran napas. Batuk baru digolongkan berbahaya jika benda yang menghambat saluran napas tidak bisa dikeluarkan lewat mekanisme batuk. Namun ketika anggota keluarga terkena batuk, anda tak boleh lengah. Sebaliknya, anda harus memperhatikan penyebab batuk dan dalam keadaan bagaimana batuk terjadi. Pasalnya, selain batuk biasa yang masih dalam batas toleransi, ada juga batuk yang merupakan gejala penyakit. Kalau batuknya sangat sering, misalnya terjadi siang malam, bisa jadi ini merupakan gejala penyakit batuk yang harus diobati. Selain itu, terdapat batuk yang disebabkan oleh adanya kelainan pada tubuh. Misalnya, batuk akibat adanya rangsangan seperti alergi karena debu atau udara kotor, atau karena bau-bauan yang menyengat. Batuk bisa juga terjadi akibat kelainan atau penyakit yang terjadi di saluran pernapasan. Contohnya TBC, penyempitan saluran napas, atau penyakit paru yang lain. Pada bayi, batuk bisa merupakan gejala alergi, baik alergi susu maupun debu. Bayi juga bisa menghalami batuk karena virus dan adanya aliran balik isi lambung kea rah jalan napas (gastoesophageal reflux). Batuk semacam ini biasanya terjadi pada anak yang mempunyai masalah pencernaan.   Pilih Obat Yang Tepat Jenis batuk yang beragam mengakibatkan penanganan batuk harus disesuaikan dengn penyebabnya. Apakah alergi, infeksi virus, atau kelainan fisiologis lain? Untuk pertolongan pertama, pemberian obat bebas boleh-boleh saja. Namun, jika anak sudah batuk berdahak, meski hanya sekali, sebaiknya Anda segera membawa buah hati ke dokter untuk membedakan apakah hanya flu biasa atau ada faktor alergi. Yang tak kalah penting adalah mengenali jenis batuk, apakah batuk kering atau batuk berdahak. Dengan mengetahui jenis batuk, kita bisa memberli obat batuk secara tepat dan ber konsultasi dengan apoteker. Perhatikan juga komposisi obat batuk atau apakah obat batuk itu mengandung komponen lain yang bisa mengatasi penyakit selain batuk. Pasalnya, saat ini obat batuk kerap dikpombinasikan dengan obat lain, seperti antihistamin dan analgesic.   Jenis obat batuk yang beredar di pasaran saat ini adalah : – antitusif (menekan batuk) – ekspektoran (mengeluarkan dahak) – mukolitik (mengencerkan dahak).   Beberapa zat yang biasanya terdapat dalam obat batuk diantaranya antitusif untuk menekan batuk dan dekongestan (melegakan jalan napas), pengencer lendir, atau kombinasi. Dekongestan umumnya membantu melebarkan saluran napas atas dengan jalan mengurangi oedema (pembengkakan saluran napas di hidung).  Nah, sebaiknya anda berhati-hati ketika memakai obat batuk yang mengandung pengencer lender. Khususnya untuk anak kecil yang otot-otot pernapasannya masih lemah. Selain tidak baik jika dipakai terlalu lama, lendir yang mengencer malah akan memenuhi saluran napas sehingga anak mengalami sesak napas.  Oleh karena itu, sebelum membeli obat batuk di toko obat atau opotek,...

Read More

Mengakali Anak Susah Makan | Green Kids Bekasi

Posted by on Mar 5, 2014 in Artikel, Bekasi, Bintara, Blog, Gizi, Kranji, Lokasi, Pekayon, Pondok Kopi | 0 comments

Mengakali Anak Susah Makan | Green Kids Bekasi

ANAK susah makan atau pemilih (picky eaters) terkadang bikin pusing. Belum lagi kekhawatiran tumbuh kembang si kecil terganggu karena kurang gizi. Selain dituntut kesabaran ekstra, berikut beberapa trik mengakali anak yang susah makan: Cermati kebiasaan anak Orangtua bertanggung jawab penuh atas pemberian makan anak, termasuk apa, kapan dan di mana anak ingin makan? Sejak dini, cobalah membiasakan anak untuk ikut makan bersama keluarga mengelilingi meja makan. Ciptakan jadwal makan bersama sebagai momen yang hangat dan menyenangkan. Namun, jika ternyata anak sulit menjaga sikap saat makan, jangan panik atau marah-marah. Anak bakal trauma dan menolak makan. Upayakan jalan yang paling membuat anak nyaman dan mau menyantap makanannya. Tertibkan pemberian makan dan camilan Jadwal makan anak umumnya terdiri atas tiga kali makan besar dan tiga kali camilan. Untuk balita dan anak usia prasekolah biasanya perlu diberi makan setiap 2-3 jam. Perlu diingat, jangan berlebihan. Misalnya, antara jam makan besar dan ngemil jangan memberikan camilan apa pun selain air putih. Hal ini justru akan membuat anak cepat lapar. Variasikan menu bergizi Pastikan untuk memasukkan minimal satu atau dua unsur makanan sehat dan bergizi seperti sayuran, ikan dan telur. Jangan menyerah untuk mencoba menawarkan makanan bergizi yang tidak disukai anak. Ingat, anak perlu pembiasaan. Cermati juga menu yang anak sukai dan tawarkan variasi jenis maupun bentuknya agar anak tertarik dan tidak bosan. Misalnya, jika anak tampak bosan dengan wortel yang disup, cobalah mengkreasikannya menjadi stik wortel. Jika dulunya anak tidak suka dengan tim labu misalnya, cobalah menghadirkannya kembali di meja makan dalam bentuk kolak. Siapa tahu dia jadi suka? Jadilah ibu yang kreatif! Menu alami, praktis dan porsi seimbang Yang dimaksud alami di sini adalah usahakan membuat menu yang tidak terlalu berbumbu atau dimasak berlebih (overcooked) sehingga rasa alami dan nutrisinya banyak yang hilang. Bentuknya juga jangan terlalu besar seperti burger yang menyebabkan kerepotan menyantapnya. Selain itu, pastikan porsinya tidak berlebihan. Bila perlu tawarkan dalam porsi kecil. Hal ini untuk mencegah anak menjadi obesitas. Libatkan anak berbelanja Ajaklah anak untuk ikut berbelanja bahan makanan di supermarket, termasuk merencanakan apa saja yang hendak dibeli. Jangan lupa, prioritaskan daftar makanan dan minuman sehat. Saat berbelanja, Anda juga dapat menguji kemampuan anak mengambil keputusan. Misalnya: kamu pilih apel atau anggur? Selain itu, jika Anda suka berkebun, libatkan anak untuk ikut menanam sayuran atau buah di pekarangan rumah. Anak akan suka menyantap hasil jerih payahnya itu. Jangan iming-imingi hadiah Hindari menawarkan gula-gula atau mentraktir jajan sebagai hadiah jika anak mau menghabiskan makan. Ingat, pola makan akan dibawa seumur hidup, jangan sesekali memasukkan unsur gimmick atau reward dalam mendidik pola makan anak. Hindari pemaksaan. Jika dengan segala upaya ternyata anak tetap menolak menyantap makanan yang disuguhkan padanya, jangan memaksa atau menawarkan makanan lain. Tak masalah anak tidak makan sampai jadwal makan lain. Tak masalah anak tidak makan sampai jadwal makan atau ngemil berikutnya, asalkan tidak lebih dari 2-3 jam. (dari tabloid nova)...

Read More
CLOSE
CLOSE