Pohon Apakah Yang Diandalkan Sebagai Pohon Tertua Di Dunia?

Pohon Apakah Yang Diandalkan Sebagai Pohon Tertua Di Dunia?

Jul 9, 2022 by admin

Sampai ketika ini, pemegang rekornya yakni pohon pinus Bristlecone “Methuselah” di White Mountains, California, yang berdasarkan Guinness Book of World Records, sudah berusia 4.852 tahun.

Melainkan kini, ada pesaing baru dari belahan Bumi lain untuk merebut mahkota sebagai pohon tertua di dunia, ialah pohon Alerce Milenario [Fitzroya cupressoides] di Chile yang diketahui sebagai “Gran Abuelo” atau pohon kakek buyut.

“Ini yakni pohon yang betul-betul, betul-betul dekat dengan hati kita,” Jonathan Barichivich, ilmuwan Chile di balik inovasi hal yang demikian, dikabarkan dari Live Science.

Alerce, yang juga diketahui sebagai cemara Patagonia yakni spesies pohon absah Chile dan Argentina. Pohon ini ditemukan di lembah di Taman Nasional Alerce Costero, Chile, yang lebarnya lebih dari empat meter dan melambung setinggi 60 meter.

Umumnya, para ilmuwan memakai progres yang dinamakan dendrochronology, ialah memakai bor berbentuk T, untuk memutuskan umur pohon dengan sistem menemukan jumlah cincin pertumbuhan yang dimilikinya. Sebab ketidakmampuan untuk menempuh sentra pohon dengan bor, Barichvich beralih ke sistem lain. Ia memakai sistem statistik untuk memutuskan umur penuh Alerce hal yang demikian.

Barichvich memakai inti komplit dari pohon Alerce lain dan kabar perihal bagaimana unsur lingkungan dan ragam acak memberi pengaruh pertumbuhan pohon, untuk mengkalibrasi figur. Lalu, mensimulasikan kisaran kemungkinan umur pohon pada permulaan jangka waktu yang dicakup oleh inti parsial, bersama probabilitas untuk tiap-tiap umur.

Dengan sistem ini, ia menyimpulkan bahwa sangkaan umur keseluruhan Alerce yakni 5.484 tahun. Dengan kemungkinan, sekitar 80% pohon itu sudah hidup selama lebih dari 5.000 tahun, umurnya melampaui Methusala.

“Cuma ada kesempatan 20 persen bahwa pohon itu lebih muda,” tambahnya.

“Seandainya kita membandingkannya dengan pohon-pohon yang telah berumur di mana kita menghitung segala cincin, itu akan menjadikannya salah satu pohon hidup tertua di planet ini,” kata Barichivich.

Cara ini juga memutuskan bentang umur, pohon ini diperkirakan tak lebih tua dari 6.000 tahun dan tak lebih muda dari 4.100 tahun.

“Malah kalau pohon itu tumbuh betul-betul pesat, untuk segala ukuran itu, tak mungkin lebih muda dari itu,” lanjutnya.

Barichivich sudah mempresentasikan temuannya di konferensi, namun belum ditinjau oleh rekan sejawat. Sejauh ini, mereka sudah mendapatkan respons bermacam-macam dari kelompok sosial ilmiah. Penemuan itu konsisten memunculkan skeptisisme beberapa ilmuwan, secara khusus para dendrokronologis.

Dendrokronologi yakni sistem ilmiah dalam memutuskan umur sebuah pohon menurut analisa dari pola cincin pertumbuhan yang terwujud pada potongan melintang di batang pohon. Dendrokronologi bisa memutuskan waktu kapan cincin hal yang demikian terwujud pada pelbagai tipe kayu.

Dikarenakan Barichvich tak mengerjakan sistem dendrokronologi, karenanya metodenya dianggap kurang valid. Ramzi Touchan dari University of Arizona’s Laboratory of Tree-Ring Research mengatakan, menyimpulkan tingkat pertumbuhan selama masa muda pohon mempunyai kekurangan. Karena, pohon muda mungkin tak cukup banyak berkompetisi dengan pohon lain, sehingga tumbuh lebih pesat.

Pendiri Rocky Mountain Tree Ring Research Peter Brown mengatakan terhadap National Geographic, dikutip dari Eco Watch, mengatakan bahwa pendekatan ini terlalu baru untuk diukur sebelum peer ulasan dan reviewnya terlalu mengagetkan.

“Sangkaan umur [hasil penemuan Barichvich] lebih dari 1.500 tahun lebih tua dari pohon [Alerce] tertua yang dikenal sampai ketika ini,” kata Brown.

Pohon cemara Patagonia ini juga terancam oleh pengunjung Taman Nasional Alerce Costero, daerah pohon ini berakar, sebab letaknya yang terbuka, sehingga akarnya terinjak-injak pengunjung. Juga, oleh perubahan iklim yang membikin jurang adem dan lembab ini mulai kering.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.