Pohon Beringin – Taksonomi, Morfologi, Habitat, Manfaat & Mitos

Pohon Beringin – Taksonomi, Morfologi, Habitat, Manfaat & Mitos

Jul 13, 2022 by admin

Kekayaan alam dan keanekaragaman hayati di Indonesia seringkali menginspirasi dan dihasilkan simbol-simbol nasionalisme, salah satunya yaitu pohon beringin. Pohon dengan keunikan berupa akar gantung ini menjadi lambang Pancasila pada Sila Ketiga, pastinya penerapan simbol ini memilki makna-makna tertentu.

Pohon beringin atau dalam Bahasa Jawa disebut waringinadalah salah satu spesies dari keluarga Moracear dan masih berkerabat dengan pohon nangka. Pohon besar ini berguna bagi lingkungan, terpenting sebab kesanggupannya dalam menaruh air.

Kecuali memiliki keunikan berupa akar gantung, pohon ini juga mempunyai buah semu. Umumnya pohon ini juga ditanam di alun-alun beraneka kota di Indonesia, serta disudut persimpangan jalan.

Masyarakat Indonesia percaya jikalau disekitar pohon beringin ialah lokasi menyeramkan. Mitos hal yang demikian bukan tanpa karena, sebab pada lazimnya beringin yang dianggap keramat sudah berusia tua malahan sampai ratusan tahun.

Taksonomi
Wujud ilmiah, pohon besat dengan akar gantung ini digolongankan sebagai berikut:

  • Kingdom Plantae
  • Divisi Magnoliophyta
  • Kelas Magnoliopsida
  • Ordo Urticales
  • Famili Moraceae
  • Genus Ficus
  • Subgenus Conosycea
  • Spesies Ficus benjamina

Ciri dan Morfologi
Pohon ini dengan gampang bisa dikenali sebab kapabel tumbuh sungguh-sungguh besar dan mempunyai karakteristik unik.

Beringin mempunyai akar tunggang yang menyebar ke tanah dan kapabel menyangga ukuran pohonnya yang besar. Perakarannya berbentuk mirip jaring dan berfungsi sebagai safety nutrition network atau jaring pengaman gizi.

Format batang beringin wujudnya seperti batang pohon lainnya, berbentuk silindris, betekstur kasar dan mempunyai percabangan simpodial. Batang simpodial yaitu variasi batang dengan banyak percabangan serta tak mempunyai satu batang utama. Diameter batang beringin bisa menempuh 2 meter.

Daun beringin berbentu oval dengan komponen ujung meruncing dan pangkalnya tumpul. Pertumbuhan daunnya berseling dan tulang daunnya menyirip.

Pohon beringin juga menciptakan bunga berjenis tunggul yang tumbuh di ketiak daun atau cauliflora. Format tangkai bunga beringin silindris dengan kelopak mirip corong dan berwarna hijau. Mahkota bunganya bulat dengan warna kuning kehijauan, padahal benang sari dan putiknya berwarna kekuningan.

Beringin menciptakan buah semu atau fig yang menjadi sumber makanan binatang-binatang disekitarnya. Format buahnya bulat dan berwarna hijau ketika buah masih gampang.

Format tajuk beringin membulat dan lebar, unsur ini pula yang menciptakan pohon ini acap kali di tanam di alun-alun atau persimpangan jalan sebagai naungan dan daerah berteduh.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *