Pohon Sahabi

Pohon Sahabi, Pohon yempat Nabi Muhammad SAW berteduh yang masih hidup hingga kini.

Bagaimana kisahnya? Simak penjelasan dan cerita berikut ini mengenai kisah pohon Sahabi.

Pohon Sahabi yakni sebuah pohon besar nan rimbun yang berdiri kokoh di Yordania, sekitar 150 kilometer dari Kota Amman.

Pohon Sahabi ini menjadi perhatian orang di dunia, terutama umat Islam. Karena itu bukanlah pohon sembarangan, tapi Pohon Sahabi yang diyakini pernah diciptakan daerah berteduh Nabi Muhammad SAW.

Di daerah itu pula diyakini, Muhammad SAW semasa masih kecil berjumpa dengan seorang pendeta Nasrani bernama Bahira.

Baca Juga: Jadwal Acara GTV Sabtu 20 November 2021: Sinetron IPA & IPS, dan film The Scorpion King 2: Rise of a Warrior

Dikala itu Nabi Muhammad ikut serta berdagang dengan sang paman, Abu Thalib ke negeri Syam. Mereka berangkat bersama rombongan pedagang Quraisy. Rombongan, termasuk Nabi Muhammad SAW sempat berteduh di bawah Pohon Sahabi hal yang demikian.

Apa Keistimewaan Pohon Sahabi?

Salah satu keistimewaan pohon ini yakni usianya yang disebut telah menempuh ribuan tahun. Pohon Sahabi masih konsisten hidup dan tumbuh subur padahal di bawah teriknya panas sang surya gurun pasir Yordania.

Akan tapi sebelumnya Buhaira telah menerima firasat bahwa dia akan berjumpa dengan sang Nabi terakhir.

Seluruh pedagang dipersilahkan mampir ke rumahnya dan dilihat oleh beliau, akan tapi tak ada satupun diantara mereka yang mempunyai pedoman-pedoman mukjizat seperti yang diceritakan dalam kitabnya.

Sesudah diteliti, rupanya masih ada satu orang yang tak ikut serta masuk ke rumah Buhaira, sebab Muhammad kecil diperintah menunggu di bawah pohon untuk menjaga unta-unta mereka.

Dengan memperhatikan dari kejauhan, Buhaira takjub menyaksikan cabang pohon merunduk untuk melindungi Muhammad kecil.

Buhaira alhasil minta Muhammad kecil untuk masuk dan berteduh dan makan.

Sesudah diteliti dari kitabnya, Buhaira yakin bahwa Muhammad kecil yakni calon nabi terakhir yang diramalkan kemunculannya.

Ahli Tafsir Muhammad ibn jarir At-Tabari menyebutkan seputar pendeta Buhaira yang berjumpa dengan Muhammad kecil.

Dikala itu, Nabi Muhammad SAW berusia 9 atau 12 tahun, dia menjalankan perjalanan bersama pamannya ke Syam untuk berdagang.

Buhaira berjumpa dengan golongan pedagang hal yang demikian dan mengajak mereka untuk beristirahat sebentar.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *