admin

Pohon Beringin – Taksonomi, Morfologi, Habitat, Manfaat & Mitos

Kekayaan alam dan keanekaragaman hayati di Indonesia seringkali menginspirasi dan dihasilkan simbol-simbol nasionalisme, salah satunya yaitu pohon beringin. Pohon dengan keunikan berupa akar gantung ini menjadi lambang Pancasila pada Sila Ketiga, pastinya penerapan simbol ini memilki makna-makna tertentu.

Pohon beringin atau dalam Bahasa Jawa disebut waringinadalah salah satu spesies dari keluarga Moracear dan masih berkerabat dengan pohon nangka. Pohon besar ini berguna bagi lingkungan, terpenting sebab kesanggupannya dalam menaruh air.

Kecuali memiliki keunikan berupa akar gantung, pohon ini juga mempunyai buah semu. Umumnya pohon ini juga ditanam di alun-alun beraneka kota di Indonesia, serta disudut persimpangan jalan.

Masyarakat Indonesia percaya jikalau disekitar pohon beringin ialah lokasi menyeramkan. Mitos hal yang demikian bukan tanpa karena, sebab pada lazimnya beringin yang dianggap keramat sudah berusia tua malahan sampai ratusan tahun.

Taksonomi
Wujud ilmiah, pohon besat dengan akar gantung ini digolongankan sebagai berikut:

  • Kingdom Plantae
  • Divisi Magnoliophyta
  • Kelas Magnoliopsida
  • Ordo Urticales
  • Famili Moraceae
  • Genus Ficus
  • Subgenus Conosycea
  • Spesies Ficus benjamina

Ciri dan Morfologi
Pohon ini dengan gampang bisa dikenali sebab kapabel tumbuh sungguh-sungguh besar dan mempunyai karakteristik unik.

Beringin mempunyai akar tunggang yang menyebar ke tanah dan kapabel menyangga ukuran pohonnya yang besar. Perakarannya berbentuk mirip jaring dan berfungsi sebagai safety nutrition network atau jaring pengaman gizi.

Format batang beringin wujudnya seperti batang pohon lainnya, berbentuk silindris, betekstur kasar dan mempunyai percabangan simpodial. Batang simpodial yaitu variasi batang dengan banyak percabangan serta tak mempunyai satu batang utama. Diameter batang beringin bisa menempuh 2 meter.

Daun beringin berbentu oval dengan komponen ujung meruncing dan pangkalnya tumpul. Pertumbuhan daunnya berseling dan tulang daunnya menyirip.

Pohon beringin juga menciptakan bunga berjenis tunggul yang tumbuh di ketiak daun atau cauliflora. Format tangkai bunga beringin silindris dengan kelopak mirip corong dan berwarna hijau. Mahkota bunganya bulat dengan warna kuning kehijauan, padahal benang sari dan putiknya berwarna kekuningan.

Beringin menciptakan buah semu atau fig yang menjadi sumber makanan binatang-binatang disekitarnya. Format buahnya bulat dan berwarna hijau ketika buah masih gampang.

Format tajuk beringin membulat dan lebar, unsur ini pula yang menciptakan pohon ini acap kali di tanam di alun-alun atau persimpangan jalan sebagai naungan dan daerah berteduh.

Pohon Terbesar di Dunia Terletak di California, Apa Namanya?

Sahabat-sahabat, pohon besar apa yang pernah kau dapatkan di sekitarmu?

Ada bermacam variasi pohon dengan ukuran yang besar, tapi pohon terbesar di dunia cuma berlokasi di satu daerah.

Daerah itu ialah Taman Nasional Sequoia, California, Amerika S

erikat. Padahal pohon terbesar di dunia bernama pohon sequoia (Sequoiadendron giganteum).

Volume pohon sequoia ini menempuh 1.487 meter kubik. Volume ini sepadan dengan lebih dari separo volume kolam renang ukuran Olimpiade.

Pohon sequoia yang disebut juga Jenderal Sherman diperkirakan berusia sekitar 2.000 tahun.

Di Taman Nasional Sequoia, ada bermacam variasi pohon sequoia, dan ada juga yang berusia 3.220 tahun. Melainkan, yang terbesar hanyalah Jenderal Sherman.

Pernah Kehilangan Cabang

Dengan umur setua itu, Jenderal Sherman tentu saja pernah kehilangan dahan atau cabangnya.

Pada tahun 2006, cabang pohon Jenderal Sherman jatuh, sampai menghancurkan jalan raya dan pagar baru di bawahnya.

Melainkan, hal itu tak membikin Jenderal Sherman kehilangan posisinya sebagai pohon terbesar di dunia. Karena, ukuran besarnya dihitung dari volume batang.

Jenderal Sherman juga mempunyai ketinggian di atas normal, merupakan menempuh 83,8 meter. Melainkan, bukan termasuk pohon tertinggi di dunia.

Pohon tertinggi di dunia ialah Hyperion, pohon redwood yang tingginya menempuh 115,7 meter.

Ada Ribuan Pohon Belum Ditemukan

Dari hasil penelitian internasional yang melibatkan lebih dari 100 ilmuwan, diperkirakan ada sekitar 73.000 spesies pohon di Bumi.

Melainkan, cuma sekitar 64.000 spesies yang sukses didokumentasikan. Artinya, kurang lebih 9.000 spesies pohon yang belum diidentifikasi, ditemukan, atau diteliti.

Jingjing Liang, dari Universitas Purdue menerangkan bahwa tiap-tiap ilmuwan yang sudah mempunyai data-data spesies pohon akan menggabungkannya dengan data ilmuwan lain.

Sehingga terkumpul data spesies pohon secara global dari segala kawasan Bumi.

Padahal jumlah ribuan pohon ini ialah sangkaan, tapi fakta mengenai banyaknya spesies pohon di Bumi menarik perhatian kita.

Para ilmuwan mengucapkan bahwa spesies pohon yang belum ditemukan hal yang demikian lebih banyak berasal dari Amerika Selatan.

Sekitar 40 persen dari segala spesies pohon di Bumi yang belum ditemukan, berasal dari Amerika Selatan.

Dikutip dari Science Alert, Amerika Selatan memang memiliki jumlah spesies pohon langka tertinggi, dibandingi tempat lain, merupakan sekitar 8.200 spesies.

Itulah kenapa di Amerika Selatan, konservasi hutan menjadi perhatian penting masyarakatnya.

Karena, hutan tropis mulai tergerus akibat penggundulan hutan, kebakaran, dan perubahan iklim.

Melainkan, hal itu tak membikin Jenderal Sherman kehilangan posisinya sebagai pohon terbesar di dunia. Karena, ukuran besarnya dihitung dari volume batang.

Jenderal Sherman juga mempunyai ketinggian di atas normal, merupakan menempuh 83,8 meter. Melainkan, bukan termasuk pohon tertinggi di dunia.

Pohon tertinggi di dunia ialah Hyperion, pohon redwood yang tingginya menempuh 115,7 meter.

Ada Ribuan Pohon Belum Ditemukan

Dari hasil penelitian internasional yang melibatkan lebih dari 100 ilmuwan, diperkirakan ada sekitar 73.000 spesies pohon di Bumi.

Melainkan, cuma sekitar 64.000 spesies yang sukses didokumentasikan. Artinya, kurang lebih 9.000 spesies pohon yang belum diidentifikasi, ditemukan, atau diteliti.

Jingjing Liang, dari Universitas Purdue menerangkan bahwa tiap-tiap ilmuwan yang sudah mempunyai data-data spesies pohon akan menggabungkannya dengan data ilmuwan lain.

Sehingga terkumpul data spesies pohon secara global dari segala kawasan Bumi.

Padahal jumlah ribuan pohon ini ialah sangkaan, tapi fakta mengenai banyaknya spesies pohon di Bumi menarik perhatian kita.

Pohon Apakah Yang Diandalkan Sebagai Pohon Tertua Di Dunia?

Sampai ketika ini, pemegang rekornya yakni pohon pinus Bristlecone “Methuselah” di White Mountains, California, yang berdasarkan Guinness Book of World Records, sudah berusia 4.852 tahun.

Melainkan kini, ada pesaing baru dari belahan Bumi lain untuk merebut mahkota sebagai pohon tertua di dunia, ialah pohon Alerce Milenario [Fitzroya cupressoides] di Chile yang diketahui sebagai “Gran Abuelo” atau pohon kakek buyut.

“Ini yakni pohon yang betul-betul, betul-betul dekat dengan hati kita,” Jonathan Barichivich, ilmuwan Chile di balik inovasi hal yang demikian, dikabarkan dari Live Science.

Alerce, yang juga diketahui sebagai cemara Patagonia yakni spesies pohon absah Chile dan Argentina. Pohon ini ditemukan di lembah di Taman Nasional Alerce Costero, Chile, yang lebarnya lebih dari empat meter dan melambung setinggi 60 meter.

Umumnya, para ilmuwan memakai progres yang dinamakan dendrochronology, ialah memakai bor berbentuk T, untuk memutuskan umur pohon dengan sistem menemukan jumlah cincin pertumbuhan yang dimilikinya. Sebab ketidakmampuan untuk menempuh sentra pohon dengan bor, Barichvich beralih ke sistem lain. Ia memakai sistem statistik untuk memutuskan umur penuh Alerce hal yang demikian.

Barichvich memakai inti komplit dari pohon Alerce lain dan kabar perihal bagaimana unsur lingkungan dan ragam acak memberi pengaruh pertumbuhan pohon, untuk mengkalibrasi figur. Lalu, mensimulasikan kisaran kemungkinan umur pohon pada permulaan jangka waktu yang dicakup oleh inti parsial, bersama probabilitas untuk tiap-tiap umur.

Dengan sistem ini, ia menyimpulkan bahwa sangkaan umur keseluruhan Alerce yakni 5.484 tahun. Dengan kemungkinan, sekitar 80% pohon itu sudah hidup selama lebih dari 5.000 tahun, umurnya melampaui Methusala.

“Cuma ada kesempatan 20 persen bahwa pohon itu lebih muda,” tambahnya.

“Seandainya kita membandingkannya dengan pohon-pohon yang telah berumur di mana kita menghitung segala cincin, itu akan menjadikannya salah satu pohon hidup tertua di planet ini,” kata Barichivich.

Cara ini juga memutuskan bentang umur, pohon ini diperkirakan tak lebih tua dari 6.000 tahun dan tak lebih muda dari 4.100 tahun.

“Malah kalau pohon itu tumbuh betul-betul pesat, untuk segala ukuran itu, tak mungkin lebih muda dari itu,” lanjutnya.

Barichivich sudah mempresentasikan temuannya di konferensi, namun belum ditinjau oleh rekan sejawat. Sejauh ini, mereka sudah mendapatkan respons bermacam-macam dari kelompok sosial ilmiah. Penemuan itu konsisten memunculkan skeptisisme beberapa ilmuwan, secara khusus para dendrokronologis.

Dendrokronologi yakni sistem ilmiah dalam memutuskan umur sebuah pohon menurut analisa dari pola cincin pertumbuhan yang terwujud pada potongan melintang di batang pohon. Dendrokronologi bisa memutuskan waktu kapan cincin hal yang demikian terwujud pada pelbagai tipe kayu.

Dikarenakan Barichvich tak mengerjakan sistem dendrokronologi, karenanya metodenya dianggap kurang valid. Ramzi Touchan dari University of Arizona’s Laboratory of Tree-Ring Research mengatakan, menyimpulkan tingkat pertumbuhan selama masa muda pohon mempunyai kekurangan. Karena, pohon muda mungkin tak cukup banyak berkompetisi dengan pohon lain, sehingga tumbuh lebih pesat.

Pendiri Rocky Mountain Tree Ring Research Peter Brown mengatakan terhadap National Geographic, dikutip dari Eco Watch, mengatakan bahwa pendekatan ini terlalu baru untuk diukur sebelum peer ulasan dan reviewnya terlalu mengagetkan.

“Sangkaan umur [hasil penemuan Barichvich] lebih dari 1.500 tahun lebih tua dari pohon [Alerce] tertua yang dikenal sampai ketika ini,” kata Brown.

Pohon cemara Patagonia ini juga terancam oleh pengunjung Taman Nasional Alerce Costero, daerah pohon ini berakar, sebab letaknya yang terbuka, sehingga akarnya terinjak-injak pengunjung. Juga, oleh perubahan iklim yang membikin jurang adem dan lembab ini mulai kering.

Mengetahui Pohon Tertinggi di Dunia “Redwood Hyperion” Setinggi 116,7 Meter

Pernahkah terpikir di benak Anda seputar pohon apa yang paling tinggi di dunia ini? Jujur, aku sendiri juga tak pernah terpikirkan hal hal yang demikian, melainkan sebab penasaran mendengar pertanyaan yang dilontarkan buah hati sekolah dasar atau SD di sebuah daerah nongkrong kemudian timbul niat mau mengenal jawabannya hal yang demikian.

Di dunia ini sebetulnya ada berjuta-juta macam pohon-pohon dengan beragam format, ukuran dan tinggi, dan berdasarkan laman Wikipedia.org menyuarakan sekiranya pohon tertinggi di dunia merupakan pohon redwood atau pohon Hyperion.

Hyperion ini memiliki nama ilmiah Sequoia sempervirens, pohon tertinggi ini membumbung tinggi di atas langit. Pohon Redwood Hyperion ini tumbuh subur di Taman Nasional Redwood yang diselimuti kabut.

Dan untuk lokasi Taman Nasional Redwood berada di wilayah California Utara, Amerika Serikat. Pohon Hyperion nobatkan oleh Guinness Book of World Records sebagai pohon tertinggi di dunia sebab mempunyai ketinggian pohon menempuh 116,7 meter yang dievaluasi pihak Guinness World Record pada tahun 2019.

Untuk lokasi pohon Hyperion dikala ini dapat dikunjungi para pelancong pecinta alam, penemu pohon ini menerangkan sekiranya lokasi Hyperion ini mempunyai keadaan tanah yang betul-betul subur di lereng bukit.

Dan berdasarkan prediksi spesialis pohon memperkirakan sekiranya pohon ini telah berusia sekitar antara 600 dan 800 tahun. Pohon Hyperion ini ditemukan pada tahun 2006, oleh oleh seorang peneliti.

Pohon tinggi di dunia pertama kali ditemukan Chris Atkins dan Michael Taylor, mereka mengatakan sekiranya pada tahun itu tinggi pohon Hyperion mempunyai tinggi sekitar 115,5 m dan pada tahun 2019 pohon ini kembali tinggi sampai menempuh 116,7 meter.

Seluruh pohon besar pada lazimnya tumbuh subur di lereng yang betul-betul terjal, pohon ini bisa tumbuh subur di letaknya. Jadi, tak sembarangan orang dapat menjelang kawasan ini.

Hyperion tak cuma spesies pohon tertinggi di dunia saja, pohon ini juga termasuk salah satu pohon tertua di Bumi dengan usia yang bisa menempuh sekitar 2.000 tahun.

Pohon Hyperion ini terbukti mempunyai kandungan Tanin yang kuat di kulitnya, sehingga pohon ini betul-betul kuat dan betul-betul mustahil dapat dirusak rayap atau hama perusak lainnya.

Pohon Pinus – Habitat, Sebaran, Morfologi, Manfaat, Budidaya & Pelestarian Hutan

Mengetahui Pohon Pinus dan cemara adalah pohon dalam satu ragam yang sama, ialah ragam coniferous evergreen. Coniferous evergreen yakni ragam pohon yang tumbuh menyusun kerucut dan mempunyai daun berwarna hijau sepanjang tahun (tak berubah warna mencontoh musim).

Tapi sesungguhnya, pinus dan cemara tidaklah sama, sebab berasal dari genus dan familia yang berbeda. Perbedaan ragam pohon coniferous evergreen susah dibayangkan, bila kita tak membandingkannya secara seketika.

Biasanya, ragam pohon yang diciptakan pohon natal pada buku dan film yakni ragam pohon fir atau pohon spruce. Keduanya adalah pohon dari familia Pinaceae, tetapi berasal dari genus yang berbeda, ialah genus Cedar (pohon fir) dan genus Picea (pohon spruce).

Pohon fir dan spruce mempunyai karakteristik berupa ranting dan daun yang tumbuh sepanjang batang pohon. Ranting dan daun yang tumbuh di batang komponen bawan cirinya lebih tebal dan panjang, kemudian kian memendek dan mengerucut pada puncak pohonnya.

Sementara itu, pohon cemara yakni pohon yang berasal dari genus Cupressus dari familia Cupressaceae. Cemara mempunyai karakteristik daun yang beruas dan nampak seperti jarum pendek yang tumbuh secara terpisah. Ruas daun cemara menyusun semacam silinder dengan ujung bulat, berbeda dengan pohon fir atau pohon spruce yang mempunyai daun beruas yang terbuka lebar dan pipih.

Di Indonesia, pohon pinus disebut juga pohon tusam. Pohon ini berasal dari famili yang sama dengan pohon fir dan pohon spruce, ialah famili Pinaceaedengan genus pinus.

Pinus atau tusam sesuai tumbuh di tempat dataran tinggi. Tusam mempunyai karakteristik batang yang retak-retak dan daun yang menyatu menyusun kumpulan jarum panjang. Daun pinus yang tumbuh berada pada dahan atau ranting pada batang komponen tengah.

Taksonomi

  • Kingdom : Plantae
  • Subkingdom : Tracheobionta
  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub Divisi : Gmnospermae
  • Ordo  : Conifer
  • Famili : Pinaceae
  • Genus  : Pinus
  • Spesies : Pinus merkusii Jungh. et de Vriese

Pohon pinus lazimnya tumbuh dan berkembang secara bergerombol. Situasi tanah yang sesuai untuk pinus, ialah tanah asam, berpasir, dan mempunyai serapan air yang bagus. Wilayah hutan hal yang demikian bisa ditemukan di tempat dataran tinggi dan bersuhu 18⁰ C sampai -3⁰ C.

Pohon Cemara

Kebanyakan dari kita mengenal pohon cemara sebagai pohon hiasan ketika natal. Selain itu, mungkin kita mengenal cemara sebagai pohon yang tumbuh liar dan seringkali dimanfaatkan untuk konservasi hutan.

Cemara merupakan tumbuhan yang mudah dirawat dan memiliki daun yang tidak mudah kering atau rontok. Bahkan, tanaman ini mampu hidup hingga umur ratusan tahun.

Pohon cemara tersebar di berbagai belahan dunia, seperti di Amerika, Eropa, Australia, Afrika dan Asia, termasuk Indonesia. Tanaman cemara mampu beradaptasi dan tumbuh di daerah dataran tinggi hingga pesisir pantai.

Mengenal Pohon Cemara

Cemara adalah salah satu pohon spesial yang dapat memberi banyak manfaat. Selain identik dengan perayaan natal, pohon cemara juga cocok digunakan sebagai ornamen hiasan dan dekorasi ruangan.

Pohon cemara adalah tumbuhan evergreen, yaitu daun-daunnya selalu hijau, jarang mengering dan tidak mudah rontok. Tumbuhan ini seringkali disamakan dengan pohon tusam, karena rantingnya beruas pada dahan besar yang nampak seperti jarum dan berbuah mirip runjung kecil.

Akan tetapi, sebenarnya cemara bukan termasuk anggota Gymnospermae, sehingga mempunyai bunga jantan dan betina. Bunga betina terlihat seperti berkas rambut, kecil dan kemerahan.

  • Kerajaan (Kingdom) : Plantae
  • Divisi (Division) : Magnoliophyta
  • Kelas (Class) : Magnoliopsida
  • Ordo : Fagales
  • Famili (Family) : Casuarinaceae

Ciri-ciri Pohon Cemara
Tumbuhan cemara memiliki karakteristik yang membedakannya dengan jenis pepohonan lain, antara lain:

  1. Pohon tumbuh tinggi dan berbentuk kerucut
  2. Daun berbentuk ramping dan runcing yang berguna untuk mengurangi penguapan. Bentuk daun ini merupakan adaptasi pohon cemara terhadap lingkungan yang panas
  3. Warna daun pohon cemara umumnya hijau gelap, namun ada beberapa spesies yang berwarna hijau terang
  4. Pohon cemara muda memiliki kulit kayu halus, berwarna cokelat kehijauan, dan belum mengalami keretakan
  5. Kulit kayu pohon cemara dewasa akan menebal tebal dan berwarna cokelat gelap disertai retakan-retakan. Ketebalan kulit kayu cemara menjadikannya dapat bertahan di segala kondisi cuaca
  6. Pohon cemara tidak menghasilkan buah melainkan pinecone atau runjung cemara. Runjung cemara adalah pucuk berbiji dan menjadi organ reproduksi untuk berkembang biak
  7. Cabang-cabang cemara tumbuh rapat sehingga terlihat seperti lingkaran cabang yang tumbuh dari titik yang sama. Sebenarnya, cabang-cabang tersebut berbentuk spiral. Semakin ke atas, maka cabangnya akan tumbuh semakin pendek, sehingga membentuk semacam kerucut